Kumpulan Artikel Pengetahuan Islam

Mata Seorang Ibu


Ibuku hanya punya satu mata

Aku benci dia… dia begitu memalukanku.

Dia memasak untuk murid dan guru guna mencukupi kebutuhan keluargaku

Suatu hari saat aku di sekolah dasar, ibu mendatangiku dan mengucap salam padaku

Aku begitu malu saat itu

Bagaimana dia bisa melakukan itu padaku didepan teman-temanku?!

Aku abaikan dia dan melemparkan pandangan benci padanya sambil lari

Esok harinya, salah seorang teman kelasku mengejekku dgn mengatakan

Eeee, ibumu hanya punya satu mata…!

Aku malu sekali dan ingin mati rasanya

Aku juga ingin ibuku pergi dari kehidupankuAku bertegkar hebat dengan ibuku dan kukatakan padanya:

Kalau ibu hanya jadi sumber bahan tertawaan teman2ku, mengapa ibu takk mati saja!

Ibuku tak menjawab…!!!

Aku sama sekali tak mau berpikir ttg apa yang kukatakan

Karena aku sangat marah padanya

Aku tak pedulikan apapun perasaan dia

Aku ingin keluar dari rumah itu…!

Jadi aku belajar dgn keras agar aku mendapat kesempatan belajar di luar negeri

Kemudian aku menikah

Kubeli rumah

Aku punya anak dan aku hidup bahagia

Suatu waktu ibu mengunjungiku

Dia bertahun-tahun tak melihatku dan bahkan belum pernah bertemu cucu2nya

Ketika ibu berdiri di depan pintu,

Anak-anakku mentertawakannya

Aku berteriak padanya: Betapa beraninya kamu datang ke rumahku

Dan menakut-nakuti anakku

PERGI DARI SINI SEKARANG!

Ibuku menjawab pelahan

Maaf… saya salah alamat

Dan diapun pergi

Suatu waktu, ada undangan reuni dikirimkan ke rumahku

Jadi aku berbohong pada istriku

Kukatakan bahwa aku ada tugas keluar kota

Usai reuni, aku mampir ke kampungku untuk sekedar rasa ingin tahu

Salah seorang tetanggaku mengatakan bahwa ibuku telah meninggal dunia

Aku tak terharu ataupun meneteskan air mata..!

Tetanggaku itu menyerahkan sepucuk surat dari ibu untukku

Anakku tersayang,

Aku memikirkanmu setiap waktu

Maafkan aku datang ke rumahmu dan membuat takut anak2mu

Aku sangat gembira ketika kudengar kau akan datang ke reuni

Tapi sayangnya aku tak bisa bangkit dari tempat tidur untuk melihatmu

Maafkan aku yang membuat malu kamu saat kita masih bersama

Ketahuilah anakku…

Ketika kau masih kecil, kau mengalami kecelakaan yang membuatmu kehilangan matamu

Sebagai ibu, aku tak bisa berdiam diri membiarkanmu tumbuh dengan 1 mata saja

adi… kuberikan 1 mataku padamu

Aku sangat bangga pada anakku yang telah memperlihatkanku dunia baru untukku

Di tempatku, dengan mata itu

Bersama cintaku…

IBUMU….

Omar Ebnulkhatab mengatakan: (Sekali waktu saat kami memiliki beberapa tawanan  kami melihat seorang wanita mengambil bayi, memeluknya dan disusuinya mereka.
Nabi bertanya kepada kami: Apakah Anda pikir wanita ini akan melemparkan bayinya dalam api? Kami berkata: Tidak jika ia memiliki pilihan:
Kemudian Dia berkata: Allah lebih bermurah hati kepada hamba-Nya daripada dia dengan matahari nya).

Nabi (Sall-Allahu alaihi wassallam) mengatakan bahwa kita harus taat kepada Allah dan Rasul-Nya sepanjang waktu, tetapi setelah itu adalah ibumu kemudian ibumu kemudian ibumu kemudian ayahmu

Comments on: "Mata Seorang Ibu" (1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: