Kumpulan Artikel Pengetahuan Islam


“Dan sungguh, telah Kami Hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang dan Kami CosmicwebJadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan, dan Kami Sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala. ” (Al-Mulk, ayat 5)

Majalah Astronomi (20 Januari 2014) menyatakan Kekuatan black hole “Cahaya kosmik” memperjelas adanya rangkaian kosmik. Sinar kosmik adalah radiasi dari partikel bermuatan berenergi tinggi yang berasal dari luar atmosfer Bumi (Wikipedia)

Para pengamat bintang telah memperoleh gambaran untuk pertama kalinya tentang adanya rangkaian cahaya kosmik dengan mengekploitasi fakta adanya objek bercahaya yang dikenal sebagai sebuah quasar (Obyek-obyek yang bersinar terang dalam spektrum radio, tetapi  obyek-obyek tersebut tidak bisa dilihat secara nyata) .

Pengamatan terhadap web cosmic (berwarna cyan) dengan ukuran sekitar 2 juta tahun cahaya yang mana ditemukan berada di tengah quasar UM287 (Berada di tengah gambar). Gas tersebut bersinar berkat adanya efek yang sama pada energi-energi cahaya neon. Dan ini merupakan perluasan gambar yang untuk pertama kali didapatkan dari bagian jaringan kosmik dalam skala besar dibentuk oleh gas, yang diduga memiliki peran penting dalam menyuplai galaksi-galaksi berupa material utama untuk membentuk bintang baru.

Simulasi superkomputer memprediksi bahwa materi di alam semesta didistribusikan melalui sebuah jaringan filamen yang dikenal dengan “cosmic web” dimana sebagian besar dari residu atom adalah  berupa difusi gas hidrogen. Dalam gambar tersebut, Galaksi seperti Milky Way dibentuk oleh sekumpulan node-node (titik) dari sebuah jaringan, dimana berupa bekuan gas yang memadat, bahan bakar untuk formasi bintang, corong-corong dalam sepanjang interseksi filamen. Tapi secara uji coba langsung dari model sebelumnya terdapat kekurangan karena terjadinya node-node mengalami kepadatan, gas web kosmik begitu tipis dan sedikit memancarkan cahaya, sehingga mustahil menggambarkannya meskipun melalui teleskop terbesar didunia.

Sekarang para pengamat bintang memperoleh gambaran secara langsung dari sebuah bagian jaringan kosmik dengan mengeksploitasi fakta bahwa sebuah objek bercahaya yang dikenal dengan quasar dapat berperilaku alami seperti halnya “sinar kosmik”. Quasar merupakan fase singkat dalam siklus hidup galaksi. Kekuatannya berasal dari runtuhan materi dalam lubang hitam supermasif pusat galaksi. Cahaya terang tersebut merupakan bagian dari beberapa benda bercahaya didalam alam semesta. Karena sejumlah quasar-quasar dari sebagian galaksi juga berada dalam padatan-padatan node-node dalam jaringan, quasar dapat menerangi gas web kosmik terdekat. Di bawah cahaya quasar yang sangat silau, terdapat pancaran mekanisme cahaya yang sama seperti halnya lampu neon biasa karena berasal dari energi yang dipancarkan secara konstan. Dalam kasus ordinary lamp (lampu biasa), energi disediakan oleh aliran listrik dimana cahaya web kosmik dihasilkan oleh energi dari radiasi quasar.

“Cahaya dari quasar seperti halnya sebuah sinar senter dan dalam kasus ini, kita beruntung bahwa senter tersebut menunjuk tepat dalam web kosmik, sehingga membuat beberapa gas-gas tersebut bercahaya” kata Sebastiano Cantalupo dari Universitas Kalifornia, Santa Cruz. Menggunakan 10-meter Teleskop Keck di observatorium W. M Keck Hawai, para peneliti mampu menangkap sebuah gambar dari sinar yang berpendar dari web kosmik dengan bantuan filter yang telah dikustomisasi. Sinar yang berpendar mencapai kita berasal dari bagian web kosmik yang memiliki karakteristik warna tertentu dan hanya warna ini yang ditrasmisikan oleh sebuah filter.

Gas hidrogen dalam ruang intergalaksi telah secara langsung dipelajari selama beberapa dekade menggunakan beberapa teknik berbeda dan lebih terbatas yang memungkinkan sebuah web cosmic hanya berada di sepanjang satu jalur. Jalur tersebut gabungan jarak latar belakang quasar dengan para pengamat di bumi. Tapi metode ini tidak pernah menyatakan struktur spasial dari web cosmic.

“Ini untuk pertama kalinya seseorang mampu menangkap gambar dari web cosmic, menunjukkan adanya struktur filamen” kata Fabrizio Arrigoni Battia dari Institut Astronomi Max Planck, Heidelberg, Jerman. Daerah web cosmic terlihat dalam ukuran gambar sekitar 2 juta tahun cahaya.

Pengamatan tersebut dapat digunakan untuk menguji model superkomputer yang mensimulasikan struktur kosmik dari teori Big Bang saat ini. Bahwasanya adanya penemuan ini membuktikan adanya elemen kunci yang hilang dari simulasi saat ini : sejumlah gas dingin yang didapatkan dari gambar web cosmic menampakkan subtansi-subtansi yang lebih besar daripada yang diprediksi sebelumnya.

“Jika kamu ingin mengetahui bagaimana bentuk dari galaksi, kalian pertama kali butuh pemahaman tentang pasokan bahan bakar yang berasal dari web cosmic” kata Joseph Hennawi dari Institut Astronomi Max Planck. “Pengamatan baru-baru ini adalah tantangan pemahaman kita, sebagai saran mereka terhadap sejumlah besar gas yang diisikan kedalam sebuah gumpalan padat yang kecil, yang mana tidak ditunjukkan dalam penelitian kita selam ini. Penyelesaian tekanan ini akan mengajarkan secara jelas kepada kita tentang sesuatu yang penting”

Sumber :

Wikipedia

Veseofuniverse

Quran And Science

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: